RSS

Hanifku..Lahir ke Dunia

15 Jan

Rasa senang plus cemas…kalo bahasa gaulnya H2C (Harap-harap cemas) pada saat itu, dimana usia kandunganku tepat 36 minggu. Teman-teman sudah banyak yg menanyakan kenapa gak cuti dan akhirnya aq menggambil cuti karena sisa cuti tahunanku masiah 6 hari lg.

Tanggal 07 Sepetember 2012, aq mengajukan cuti tahunan untuk istirahat. Masa cutiku tinggal d rumah oarang tua tepatnya sempu seroja No.57 RT.01/RW.15, setiap kali aq duduk dan terbangun rasanya ada yang mengganjal d bagian bawah perut, padahal jadwal untuk kontrol ke dokter kandungan masih tanggal 12 september 2012.

Pada hari rabu tepatnya tangga 12 tersebut, pergi kontrol dengan swami disana kami menceritakan keluhan2 yang dialami baru2 ini dimana perut bagian bawah agak sakit, dokter bilang posisi bayi sudah masuk panggul itu tandanya sudah siap untuk lahir. Sepulang dari kontrol kami mampir dulu ke Bapelkes untuk mengerjakan sesuatu yang belum terselesaikan, setibanya d rumah aq masuk ke toilet untuk buang air besar tp ternyata keluar flek, ibuku menyarankan agar memeriksakan diri ke bidan.

Setelah konsul dengan swami maka akan sms ke teman siapa tau mempunyai pengalaman yang sama, hasil dr sms tersebut untuk menunggu selama 10 jam baru memeriksakan diri, akhirnya aq, swami dan ibuku pergi ke cilegon sore pukul 05. kami sudah samapi d cilegon lg tetapi tidak langsung ke dokter melainkan ke kostan kami di jl.kaswari no.26 komplek KS. Ba’da magrib kami menyempatkan diri untuk makan malam, barulah kami selesai makan pergi ke dokter.

sesampai ke Rumah sakit kami mendaftarkan melalui UGD agar segera d tanganku oleh dokter tetapi rupanya d bawa dulu ke ruang observasi dirawat oleh suster, dr hasil pemeriksaan tersebut baru pembukaan satu dan dokter menyarankan boleh pulang dahulu atau rawat inap, akhirnya kami pulang ke kostan. Ibuku ikut tidur didalam kostan yang berukuran 3×3. Malam itu rasanya gelisah tidur, bapaku telp ke ibu bila blm lahir agar pulang ke serang.

Pagi2 swamiku pergi ke kampus utuk kerja sedangkan aq dan ibu tinggal di kostan, jam 11 Bapak dan m.kentut bersama swamiku datang, akhirnya kami makan siang dahulu, karena bapakku puasa terpaksa mengunggi d mushola krakatau junction. Kami berempat makan siang, selesai makan siang kami shalat dhuhur dahulu lalu kami memutuskan untuk pulang ke serang karena bapak menginginkan lahir diserang saja. Sebelum ke serang kami ke kostan dahulu mengambil perlengkapan tuk melahirkan.

Hari Kamis tersebut aq merasakan mules2 tidak beraturan tetapi semakin sering, adikku bilang itu sebentar lg melahirkan dan seharian keluar flek makin banyak. Ibu sdh khawatir untuk memerisakan diri ke Bidan, akhirnya kami mengikuti perkataan ibu pergi ke bidan sebelum pergi ibu membaluriku dengan bengle ( katanya pengusir setan..wkwkwkwk..). Ba’da Isya kami pergi ke Bidan Tetapi kebetulan tugas diluar karena aq bukan  pasiennya maka suster menawarkan mau rawat inap baru besok d periksa bidan  ? swamiku meminta persetujuanku, akhirnya aq memutuskan untuk pulang saja dikarenakan jarak antara bidan dan rumah tidak begitu jauh hanya 1 KM.

Malam itu kami langsung tidur sepulang dari Bidan karena mules2nya sudah hilang tp jam 11 malam terasa mulesnya dahsyat sekali tetapi hilang terus saja begitu sampai akhirnya aq membangunkan swami jam 1 untuk pergi ke RSKM, sebelum berangkat ke cilegon swamiku shalat isya dulu. Dini hari Sabtu kami hanya berdua pergi ke cilegon tanpa pamit dengan ibu karena sudah tidur dan kasihan sudah dua malam gelisah juga tidur mengkhawatirkan kondisiku.

Jam 2 dini hari tiba dirumah sakit kami langsung ke ruang observasi diterima oleh suster , langsung dilakukan pemeriksaan detak jantung bayi lemah seperti sdh pembukaan 10 padahal baru pembukaan 4, disitu mulesnya berkurang dan kebetulan dokter konsul sedang cuti, suster menawarkan kembali hendak pulang atau menginap d rumah sakit. Kami sepakat untuk pulang ke kostan, pulang dr kostan aq menyempatkan diri untuk tahajud dan swamiku langsung tidur karena kecapean. Shubuh terasa mulesnya amat sering tp aq tahan, malah d perbanyak ruku. Sehabis shalat shubuh kami berjalan-jalan didepan kostan dan pergi untuk sarapan nasi uduk didekat kampus UNTIRTA. Jam 7 seperti biasa kami samapi d kostan, swami kembali tidur karena mengantuk selama 2 jam menunggu d rumah sakit.

Jam 7 swamiku dapat telp dari adikku agar segera ke rumah sakit karena itu gejala akan melahirkan. Aq langsung mandi hendak pergi ke rumah sakit jam 09. pukul 09 kami berangkat ke RSKM sesampainya disana kami bertemu dengan teman kuliah S2. disitu aq sudah terasa lemas dan amat sangat pucat. Kami langsung ke ruang bersalin tanpa melakukan pendaftaran dahulu, d sana kami masuk ruang observasi dulu.

Suster bilang baru masih pembukaan 4 tetapi kondisi jantung bayi amat sangat lemah, d ruang observasi aq d berikan oksigen agar suster dapat melihat detak jatung bayi masih normal atau tidak.

Dilakukan Rekam Jantung Janin

Dilakukan Rekam Jantung Janin

Tepat jam 11.30 dokter memanggil untuk masuk ke ruangan agar dilakukan pemeriksaan dan USG. Aq berjalan dengan menahan mules rasanya seperti hendak ada yang mau keluar. Sesampai d ruang dokter langsung d suruh berbaring untuk di USG. dari hasil USG tersebut terlihat bayi memank sudah mengajak untuk keluar, tetapi pembukaan baru 7 dari ruang dokter. Setelah selesai dilakukan pemeriksaan, dokter menyarankan agar kembali ke ruang observasi dan untuk makan siang dahulu agar ada tenaga untuk mengeluarkan bayi. Sesamapi di ruangan rupanya kedua orang tua, kakak ku laki2 sudah datang. Aq d paksa ibu untuk makan padahal mual bercampur mules sambil ruku di bibir tempat tidur, aq menyantap makan siang tetapi baru saja dua suap tiba2 keluar semacam air bening yang dinamakan ketuban, langsung ibuku memanggil suster. Dan dengan cepat tanggap suster menuntun aq agar cepat berbaring d ruang bersalin agar air ketuban tidak habis sehingga bisa membantu melicinkan bayi untuk keluar.

Suster kemudian langsung memeriksa kembali dan langsung saja aq sudah pembukaan sembilan tetapi masih dilarang untuk ngeden. Disaat kontraksi rasanya mules banget tidak tertahan berbagai do’a dan surat ayat suci al-qur’an di baca, bertujuan agar ALLAH meringankan rasa sakit dan mempercepat proses persalinan. Tepat Adzan Dhuhur rasanya kontraksi semakin hebat , aq d dampingi oleh ibu, suster kemudian menelpon dokter agar cepat datang ke ruang bersalin akan tetapi dokter masih makan siang. Dengan Suster, aq d bantu untuk melakukan pernapasan agar jangan sampai kehabisan tenaga saat mengeluarkan bayi. Ketika semakin hebat rasa sakitku,suster langsung mengambil tindakan melakukan aksi persalinan, akan tetapi pembukaan masih saja 9 tidak adanya perubahan. Ketika dokter datang suster menyuruh ibuku agar menunggu diluar dan digantikan oleh swamiku. Sudah hampi setengah jam dokter berusaha lalu dengan sekuat tenaga akhirnya tepat jam 14.10 bayi tersebut keluar, rasa bahagia sekalikontraksi hebat yang dirasakan tiba2 lenyap setelah mendengar tangisan bayi. Swamiku pun sangat senang dan susterpun mengajaknya untuk adzan dan iqomah. sedangkan aq d ruang bersalin masih dalam proses pembersihan.

15 - 09 - 2012

Baru Lahir Di Rumah Sakit Krakatau Medika Pukul 14:00
namanya HANIF MUSTHAFA RITONGA

Inilah tampang anak ayah dan bunda yang diberi nama Hanif Musthafa Ritonga, 2 jam setelah dibersihkan dan dijahit oleh dokter barulah aq masuk ruang perawatan. Terasa kangen banget sama bayiku rasanya pengen liat cos tadi sebentar saja bayi mampir Inisiasi Dini. Aq Bell ke suster agar mengantarkan bayiku ke ruangan tetapi dilarang karena menganggap aq harus butuh istirahat belum fit untuk mengurus bayiku. Keesokan harinya, amat sangat kangen pagi2, aq datang untuk memberikan ASI kepada hanif. Yang kebetulan baru saja dimandikan. Setelah memberikan ASI aq kembali ke ruangan, akan tetapi ruangan telah dibersihkan. aq, ibu dan swamiku pergi ke ruang depan cafetaria RSKM. Ibu dan swamiku sarapan nasi uduk, sedangkan aq blm sarapan karena belum ada jatah dari rumah sakit. Sedang asyik2 mengobrol sambil sarapan tiba2 satpam memanggil agar aq kembali ke ruangan karena akan diambil darah untuk test diabetes, sesampai di ruangan aq langsung bell ke suster untuk diambil darah.

5 menit kemudian yang datang malah jatah sarapan langsung saja aq menyantapnya. Setelah selesai makan lalu aq diambil darahnya oleh suster jam 10.00 adanya visit dokter, dan menyarankan sudah boleh pulang. Swamiku menolak untuk pulang karena bayiku belum diperiksa ole dokter anak. aq meminta agar pulang besok senin setelah visit dokter anak.

Setelah selesai di visit oleh dokter kembali aq meminta suster untuk mengantarkan bayiku karena akan diberikan ASI. Susterpun menyarankan boleh ditinggal sementara bersamaku, pukul 11.00 WIB datanglah yang berkunjung ke Rumah sakit orang tua / wali mahasiswa swamiku, kebetulan swamiku tidak ada sedang ke kostan untuk mengambil handuk dan mencuci pakaian yang kotor dari hasil persalinan.

Selisih setengah jam ada keluarga datang dan melihat sikecilku, tetapi setengah jam kemudian diambil suster hendak diberikan vaksin. kami sekeluarga ngobrol sampai ashar tiba, mereka pulang dan aq mandi sore setelah mandi rasanya kangen banget sama hanif lalu aq bell lagi ke suster untuk mengantarkan hanif. Sampai magrib hanif bersamaku kemudian suster datang menanyakan apakah hanif hendak tidur bersamaku atau diruang khusu bayi, aq memutuskan untuk d ruang bayi saja karena satu ruangan denganku batuk2.

Malam tiba rasanya kangen banget pengen meluk hanif tp demi kesehatannya makanya aq menahan semalam untuk tak bersamanya. Keesokan harinya aq dan swami datang seperti biasanya memberikana ASI, dan menanyakan kapan boleh d bawa pulang, suster bilang harus d visit dokter dahulu baru keputusan dokter yang mempunyai hak boleh pulang atau tidak. Pukul 09.00 suster memberi tahu bahwa hanif boleh dalam keadaan sehat setelah divisit dokter tetapi harus dipanaskan selama 5-6 jam, aq menyetujui untuk disinar biru hanif. Rasanya kangen banget karena hari H mau pulang malah aq tidak bisa bersama hanif yang sedang diberi sinar. Ashar tiba rasanya hati kepengen bangets cepet2 ketemu hanif. pukul 4.30 aq datang kembali ke ruang perawatan hanif, dan melihat hanif akan dibersihkan oleh suster. Disana aq d berikan arahan bagaimana cara merawat bayi dan disarankan untuk kembali lagi seminggu kemudian. Dan setelah kami mendapatkan arsip/dokumen maka langsung pulang, rasanya senang bangets..

HAnif Mustahafa Siap-siap hendak pulang ke Serang

Hanif Mustahafa Siap-siap hendak pulang ke Serang

ceritanya samapi disini dulu karena penginapan d rumah sakit telah usai.

 
Leave a comment

Posted by on January 15, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: